Hubungi Kami : +62-0741-23684 Email Kami: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

demo

 

Artikel

Artikel (3)

Hari Kesakitan Pancasila

Kamis, 01 Oktober 2015 00:00 Written by

Sejarah G 30 S PKI tercatat sebagai salah satu sejarah kelam tercatat dalam sejarah negeri ini . Ketika kemerdekaan yang baru sebentar di rebut dari tangan penjajah justru ingin di rongrong oleh Partai Komunis Indonesia atau lebih di kenal PKI dalam upayanya mencoba mengkudeta kempemerintahan bangsa Indonesia yang saat itu di bawah pimpinan Presiden Soekarno..

Dan puncak dari kebiadaban partai berlambang palu dan arit di Indonesia yang saat itu di bawah komando Dipa Nusantara Aidit atau sering dikenal dengan nama DN. Aidit melakukan propaganda besar di negeri ini. Bahkan lewat Komandan Batalyon I Cakrabirawa yang di pimpin Letnan Kolonel Untung Syamsuri pada tanggal 30 September 1965 pada Kamis malam Jum’at atau pergantian hari 1 Oktober , gerakan ini melakukan tindakan keji. Dengan menculik dan membunuh beberapa jenderal yang memiliki kedudukan militer cukup tinggi. Dan gerakan ini akhirnya lebih di kenal dengan sebutan G 30 S PKI .

Beberapa jendral dan korban lainnya yang menjadi kebrutalan aksi G 30 S PKI saat itu yakni :1. Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani (Meninggal Dunia di rumahnya, Jakarta Pusat. Rumahnya sekarang menjadi Museum Sasmita Loka Ahmad Yani)
2. Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
3. Mayor Jendral Raden Soeprapto
4. Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
5. Mayor Jendral Siswondo Parman
6. Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun (Meninggal dunia di rumahnya)
7. Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
8. Kolonel Katamso Darmokusumo (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
9. Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto (Korban G30S/PKI di Yogyakarta)
10. Ade Irma Suryani Nasution (Putri Abdul Haris Nasution, meninggal di kejadian ini)
11. Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean (Meninggal di kediaman Jendral Abdul Haris Nasution)

Para Dewan Jenderal dan para staf Militer Tinggi Negara ini akhirnya berhasil di temukan dlam posisi tidak bernyawa dan di kuburkan menjadi satu dalam sebuah sumur yang lebih di kenal dengan Lubang Buaya. Usai usaha PKI untuk menguasai negeri ini berhasil di tumpas dalam waktu cepat oleh pasukan militer Indonesia yang saat itu di pimpin Mayor Jendral Soeharto. Tepat pada jam21.00 WIB atau 9 malam pada 1 Oktober 1965 pemrintah lewat Mayor Jendral Soeharto mengumumkan PKI di Indonesia berhasil di tumpas. Dan akhirnya sejarajh tanggal 1 Oktober di kenang sebagai Hari Kesaktian Pancasila , dan untuk mengenang 7 jenderal yang menjadi korban keganasan PKI pemerintah membangun Monumen Pancasila Sakti.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemajuan teknologi dan pesatnya inovasi di dunia teknologi informasi telah menghadirkan fenomena ubiquitous atau ada di mana-mana, yaitu fenomena berupa mudahnya mendapat informasi apapun, terutama yang diperlukan dalam dunia pendidikan. Semua dapat diperoleh dalam waktu instan tanpa harus membangun sarana prasarana fisik sekolah.

Demikian dikatakan Lucyanna Pandjaitan, CEO dan Presiden Direktur IndonesiaX, usai memperkenalkan Massive Open Online Course (MOOC) sebagai ‘Persembahan untuk Negeri’ bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-70, Senin (17/8/2015). Massive Open Online Course  IndonesiaX merupakan platform pendidikan gratis secara online yang dapat diikuti oleh siapa saja. 

Sering kali orang tua mengalami kesulitan dalam mendidik anak yang berkarakter Buddhis. Peran orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Kesulitan  orang tua dalam mendidik anak mengenai pentingnya ajaran Buddha Dhamma disebabkan karena kurangnya pemahaman atau pengetahuan tentang Dhamma oleh orang tua.

Berikut Adalah 5 Cara Orang Tua Mendidik Anak Menjadi Baik dan Pintar Secara Buddhis:

  1. Ajarkanlah kepada anak bahwa Tuhan dalam Buddhis bukan seperti Tuhan dalam Agama lain. Dan jangan sekali-kali mengajarkan bahwa Buddha adalah Tuhan. Ajarkan kepada anak yang benar bahwa: Tuhan bukanlah “sosok” makhluk, Tuhan dalam Buddhis tidak punya sifat seperti manusia ex; maha pengasih, penyayang dll. Sifat Tuhan dalam Buddhis yaitu maha Esa (satu-satunya) dan maha suci (terbebas dari Lobha, Dosa, dan Moha). Tuhan dalam Buddhis mengacu pada “Nibbana”, dan perannya sebagai tujuan akhir.
  1. Terapkan “Pancasila Buddhis” kepada anak sejak dini. Orang tua harus menjadi contoh/panutan bagi anaknya. Tanamkanlah sifat cintakasih terhadap anak dengan tindakan kita terlebih dahulu. Segala perilaku dan tindakan yang dilakukan orang tua, secara tidak langsung anak akan menirukannya.
  1. Jangan mengajarkan kepada anak untuk meminta-minta kepada Buddha atau berdoa agar Buddha mengabulkannya.Buddha tidak akan memberikan atau mengabulkan apa yang kita minta. Ajarkanlah kepada anak tentang hukum “Karma/perbuatan”. Segala sesuatu yang kita peroleh adalah hasil dari perbuatan yang telah kita lakukan. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai, perbuatan baik akan menghasilkan yang baik begitu pula sebaliknya.
  1. Menghormat ke patung Buddha bukan berarti menyembah. Dalam Agama Buddha selalu diajarkan “Tidak menyembah patungng/berhala”. Ajarkanlah kepada anak bahwa bernamaskara/bersujud kepada Buddha adalah bentuk penghormatan kepada guru kita “Buddha Gotama”. Berilah contoh seperti ketika di sekolah pada saat upacara bendera, menghormat bendera merah putih adalah suatu bentuk penghoratan kepada para pahlawan yang telah berjasa.
  1. Jangan takuti anak anda dengan mengatakan bahwa Buddha akan marah dan menghukum kita “nakal”. Buddha selalu mengejarkan Cinta Kasih di setiap ajarannya. Buddha tidak akan marah atau murka.

Sumber: http://media.kompasiana.com/new-media/2015/04/26/5-cara-mendidik-anak-menjadi-baik-dan-pintar-secara-buddhist-714497.html

 

 

Sekuntum Teratai Pencerahan Untuk Anda.....

"Be Grateful Always For Everything and Everyone at Every Moment"

[Master Chen Yen]